Press

recent posts

Sejarah dan Sudut Pandang Islam Mengenai Hari Valentine?

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena NYA lah kita masih dapat merasakan nikmat yang berlimpah hingga saat ini.
Tak lupa pula Shalawat beriringkan salam kita curahkan kepada nabi Muhammad SAW, karena berkat perjuangan beliaulah sehingga islam dapat menjadi seperti saat ini.

Akhi wa ukhti, pada kesempatan kali ini kita akan membahas masalah hari valentine, mulai dari sejarahnya, hingga sudut pandang Islam terhadap hari valentine. Yuk langsung saja:)
Apabila telah memasuki bulan kedua dalam kalender masehi, maka kaum muda baik itu laki-laki maupun perempuan pasti tengah menanti-nanti akan kedatangan hari dimana puisi-puisi romantis bertebaran serta kalimat-kalimat manis yang dibubuhi dengan perasaan cinta tengah berhamburan di hamparan bumi yang luas ini, tak lain dan tak bukan ialah hari kasih sayang atau yang akrab disapa hari valentine.
Hari Valentine atau hari kasih sayang ini merupakan hari dimana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat baik itu melalui perbuatan maupun lisan yang jatuh pada tanggal 14 Februari.


Sejarah Hari Valentine
Terdapat banyak sekali versi sejarah hari valentine, namun berikut salah satu sejarah dari hari valentine.
Pada saat itu, kerajaan Romawi  dipimpin oleh Kaisar Claudius II yang terkenal kejam. Ia berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun,  keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan pemenggalan kepala.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali.
Pada hari saat ia dipenggal, yakni tanggal 14 Februari , St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara, yang diakhiri dengan kalimat ‘Dengan Cinta dari Valentine mu’.
Pesan terakhir St. Valentine itulah yang menginspirasi para kaum Romawi kuno untuk mengenang Valentine sebagai pejuang cinta.

Hari Valentine dari Sudut Pandang Islam
Terdapat dua dasar dalam mengambil tindakan apakah perayaan hari valentine dapat diterima atau tidak dalam kalangan muslim. Yang pertama ialah sejarah atau asal-usul dari perayaan hari itu sendiri. Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa hari Valentine bukanlah peristiwa keagaaman atau ajaran nabi maupun Rasul yang sangat tidak terkait dengan keagamaan malah merupakan peristiwa yang bermula dari ritual paganisme. Sehingga sudah sepatutnya kita tak mengikuti perayaan tersebut. Kedua, dari perspektif Islam.
Allah telah Berfirman :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Q.S. Al-Isra (17) : 36 ]
Kebanyakan para pemuda-pemudi muslim tidak mengetahui dan bahkan tidak berusaha untuk mengetahui makna dibalik perayaan hari Valentine, sehingga sungguh ironis para remaja saat ini turut merayakan peristiwa ini tanpa rasa kekhawatiran dan sambil mengumbar rasa kasih sayang dan cinta terhadap lawan jenis yang disukai.
Padahal, Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah secara tegas mengatakan, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Moral yang terkandung di dalam perayaan hari kasih sayang itu juga sangat bertentangan dengan sistem tata nilai dalam ajaran Islam. Dalam Islam, tidak diperbolehkan adanya pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya secara bebas. Sedangkan faktanya hal yang sering kita jumpai pada saat hari Valentine ialah pengumbaran hasrat dan rasa cinta yang berlebihan di jalan umum dan bahkan sudah tak asing lagi kaum muda-mudi tengah bersentuhan ataupun berpegangan tangan.
Perbuatan-perbuatan tersebut lah yang dapat mengundang perbuatan zina, yang secara jelas telah disebutkan dalam Al Quran, "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruk jalan". (QS. Al Isra': 32) dan sangat dilarang untuk mendekatinya.
Akhi wa ukhti fillah, apabila engkau sempat menyibukkan diri untuk turut serta merayakan hari valentine, lebih baik engkau mengisi waktu dengan mentadabburi Al Quran sebagai pedoman hidup dan menerapkan ajaran islam

Sudah cukup bagi kita untuk hanya mengambil pandangan hidup yang terlahir dari akidah islam karena sudah jelas bahwa islam adalah agama yang sempurna sebagaimana diterangkan Allah SWT dalam Qur’an surah Al – Maidah : 3,“…….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu……

Oleh karena itu, yuk kita tinggalkan kebiasaan merayakan hari valentine, jangan sampai kita ikut-ikutan apalagi melakukan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan dosa:)

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Sejarah dan Sudut Pandang Islam Mengenai Hari Valentine? Sejarah dan Sudut Pandang Islam Mengenai Hari Valentine? Reviewed by M RIFQI HANIF on 11:10 PM Rating: 5

No comments:

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.