Press

recent posts

Pesantren Umum Ramadhan 1435 H di SMA Negeri 6 Palembang

 Assalamu’alaykum akhi wa ukhti J

Masih terasa suasana Idul Fitri ya? Untuk kesekian kalinya, seluruh staff Rohis Ukhuwah 06 mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita bisa memperoleh maaf dan menjadi pribadi yang kembali bersih. Aamiin.” Oh iya, mau mengingatkan lagi, ibadah yang biasa kita lakukan di bulan Ramadhan jangan ditinggalkan ya, kita istiqomahkan yuk J


Hmmm... ya karena diri kita sebelum Ramadhan itu ibarat ulat yang jelek, tapi dengan kepompong Ramadhan insya Allah bisa berubah menjadi kupu-kupu bersayap indah yang notabene nya adalah sekarang, saat ini J Yuk jadikan Ramadhan kepompong terbaik kita. 

Oke, postingan kali ini mengupdate tentang Pesantren Umum yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 11 dan 12. Pesantren umum dilaksanakan pada tanggal 16-18 Juli 2014 di Masjid Nurul Fityaan dekat SMAN 6 Palembang, jadi seluruh siswa berjalan kaki ke masjid tersebut. Masuk seperti biasa pukul 06.40 WIB, kemudian seluruh siswa tadarrus Al-Quran dan mengikuti tausiyah pagi. Lalu, semuanya berjalan kaki ke Masjid Nurul Fityaan untuk mengikuti Pesantren Umum.


Hari Pertama.

Hari pertama seluruh siswa memakai baju muslim sekolah dan masuk pukul 06.40 WIB. Setelah tadarrus dan tilawah, semuanya berjalan ke Masjid Nurul Fityaan. Sekitar pukul 08.15 WIB, Pak Pujiono Rahayu selaku Kepala Sekolah membuka secara resmi Pesantren Umum tahun 2014. Selanjutnya dilanjutkan dengan tausiyah dari seorang Ustadz asal Jogja hehe. Semua siswa diharuskan mencatat ringkasan materi di buku MT yang akan dikumpulkan di hari ketiga. 



Materinya mengenai seputar “Keutamaan kedekatan manusia dengan Al-Quran di bulan Ramadhan”. SubhanAllah bermanfaat sekali, dan di akhir tausiyahnya ustadz tersebut memberikan wejangan. “Orang-orang di Palestina selalu membaca dan menghafal Al-Quran meski di bawah rudal dan hujan bom karena mereka siap mati kapanpun, dan berharap kelak mereka menghadap Allah dalam kondisi memeluk Al-Quran. Masya Allah. Semoga Allah berkenan menyisipkan hidayah di hati kita yang hidup jauh berbeda dengan mereka di tengah negeri yang bebas perang :’)

Sekitar pukul 10.00 WIB acara Pesantren Umum hari pertama selesai. Semua siswa kembali ke sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.



Hari Kedua.     
                              

Hari ini lebih spesial dari hari pertama karena ada diklat khusus dari Ikarafah (Ikatan Alumni IAIN Raden Fatah) bersama alumni Pesantren Gontor. Pakaian hari kedua adalah pakaian bebas pantas dan bawahan abu-abu. Acara yang disusun yaitu pembukaan, pemberian materi yang diselingi games, muhasabah, dan doa. Materi yang diberikan bertema “Winning in Ramadhan, and Be the winner” waahh bersemangat sekali semua siswa mengikuti diklat hari kedua ini. Acara ini dipandu oleh salah seorang alumni IAIN yang berpengalaman kuliah ke Amerika Serikat tapi tetap rendah hati. Seluruh peserta juga diajarkan tepuk AKU BISA tanpa bertepuk tangan *karena lokasinya di dalam masjid* haha tetapi tidak mengurangi hebohnya dong :3


Materi selesai sekitar pukul 10.30 WIB, lalu Ustadz tersebut memuhasabah seluruh peserta sampai menjatuhkan banyak air mata, semoga bukan hanya air mata sehari ya. Semoga dari muhasabah itu tertanam niat yang kuat untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Oh iya sebelum muhasabah, peserta diharuskan menulis dosa-dosa yang pernah dilakukannya dalam sebuah blocknote, mungkin supaya intropeksi diri setelah muhasabah. Ya.. mungkin.


Hari Ketiga.

Pagi seperti biasa, siswa masuk pukul 06.40 WIB diteruskan dengan tilawah Al-Quran dan tausiyah pagi. Lalu ke Masjid Nurul Fityaan pukul 07.30 WIB. Hari ini adalah hari terakhir pesantren umum, dan pakaiannya adalah pakaian bebas pantas dengan bawahan jas hari senin. 



Materi yang diberikan Ustadz di hari ketiga adalah Urgensi Jihad bagi Pemuda Islam. Seru, sepanjangan materi membahas tentang jihad dan menyangkutpautkan dengan Palestina. Sehabis materi dari ustadz tersebut, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Selanjutnya ada jeda waktu yang diisi oleh kakak-kakak dari Wasilah 06 yang dibawakan oleh akhi Didan membahas tentang Palestina. Akhirnya acara selesai sekitar pukul 11.00 WIB dan semua peserta bisa kembali ke sekolah dan pulang ke rumah masing-masing.

Ya, itulah cerita 3 hari Pesantren Umum SMA Negeri 6 Palembang tahun 2014, semoga kita diizinkan Allah untuk merasakan Ramadhan tahun depan. Aamiin allahumma aamiin. 

Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh :)

Pesantren Umum Ramadhan 1435 H di SMA Negeri 6 Palembang Pesantren Umum Ramadhan 1435 H di SMA Negeri 6 Palembang Reviewed by Unknown on 7:19 PM Rating: 5

No comments:

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.