Press

recent posts

Berhijab, tunggu sampai kapan?

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabar akhi wa ukhti? Harus Subhanallah Walhamdulillah Allahuakbar ya ^_^
Postingan kali ini, kita akan membahas tentang hijab. Bagi yang sudah berhijab, Alhamdulillah semoga Allah limpahkan keistiqomahan dan keridhaanNya kepada ukhti ya. Bagi yang belum berhijab, baca artikel ini ya. Semoga bisa membawa perubahan. 

Oh iya, kalau antum sudah membaca blog ini, kasih tau teman-teman yang lain juga ya. Karena semakin banyak kita berbagi ilmu, insya Allah semakin berkah ilmu tersebut :)

Bismillahirrahmanirrahim...

Hhmm, sebelumnya kita buka dengan kisah saja dulu ya. Jadi begini,

Ukhti, di Amerika Serikat ada sebuah kisah nyata yang menceritakan seorang gadis yang benar-benar memakai hijab melewati sebuah lorong yang gelap. Saat itu ia baru pulang kuliah dan hari sudah gelap. Dan ternyata di dalam lorong itu ada dua orang laki-laki bertubuh kekar yang sedang dalam pengaruh alkohol. Sebenarnya wanita itu takut untuk melewati lorong terebut, namun dia yakin bahwa pertolongan Allah selalu menyertainya. Dengan kepercayaannya tersebut, ia tetap melewati satu-satunya lorong untuk menuju rumahnya. Dan benar ukhti, ketika wanita itu melewati lorong, kedua laki-laki tersebut tidak mengganggunya.

Keeseokan harinya, ia membaca sebuah surat kabar yang memberitakan bahwa ada seorang wanita (tidak memakai hijab) yang mendapatkan tindakan asusila lalu dibunuh di lorong tersebut oleh kedua laki-laki yang kemarin malam ia temui. Timbul rasa penasaran di dalam hati wanita ini, lalu ia mengunjungi tempat tahanan kedua laki-laki tersebut. Dan ia bertanya “ Wahai Fulan, mengapa kau membunuh wanita itu, sedangkan ketika aku melewati lorong tersebut, kau bahkan tidak melakukan sesuatu apapun padaku?” Lalu salah seorang dari mereka menjawab, “Sebenarnya saat kau lewat, kami melihat ada dua sosok bertubuh besar dan hitam yang menjagamu di sisi kanan dan kiri. Mereka sangat menyeramkan dan seperti hendak membunuh kami. Oleh karena itulah kami takut untuk mengganggumu”

SubhanAllah ukhti, ternyata wanita berhijab itu memang benar-benar dilindungi oleh Allah SWT.

Ssst.. kabarnya penghuni neraka itu banyak perempuan lho... Kenapa bisa gitu ya? FYI, wanita itu “gudangnya aurat”, maka dari itu kita harus bisa menutup rapat-rapat gudang tersebut kecuali untuk si “pemilik gudang”. Dan ingatlah, wanita juga perhiasan dunia yang bahkan berlian termewah pun tak bisa menandinginya. (Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim))

Ukhti, kenapa sih kita itu harus menutup rapat-rapat “gudang” tersebut? Karena, FYI again, dalam pedoman utama hidup kita dikatakan “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)

Setiap tindakan ada konsekuensinya. Kalau tindakan itu baik, maka akan mendapatkan penghargaan. Kalau tindakan itu buruk, akan mendapatkan punishment. Dalam kasus ini, konsekuensi dari tindakan buruknya apa ya?

1.     Sesuatu yang seharusnya kita simpan namun kita umbar kepada yang bukan seharusnya, bahkan dapat dilihat siapa saja, membuat kita rugi sendiri.
2.    Wanita itu membawa 4 nyawa (ayah, suami, anak laki-laki, dan saudara laki-laki), bisa diajak ke surga apabila mendapat penghargaan atau bisa diajak ke neraka bila mendapat punishment dari konsekuensi tindakan tersebut. (Selangkah anak perempuannya keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke neraka (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Sudah mencoba menjalankan kewajiban, tapi lingkungan tidak mendukung. Gimana dong?
Wajar memang, setiap perubahan pasti butuh penyesuaian. Ada sebuah mahfuzot yang mengatakan “Bersiaplah dengan mental yang kuat. Hanya ada 2 pilihan, kalau bisa bertahan maka kemuliaan dunia akhirat kan diperoleh. Kalau tidak bisa bertahan, bersiaplah membanting setir ke lembah neraka”. Berkaitan dengan kalimat diatas, ada kalimat lain yang berbunyi:
“Allah ciptakan dua mata  di depan, bukan di belakang. Artinya, kita harus terus menatap masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai kekuatan.”
Ukhti, hidup ini seperti merendam kacang hijau. Mengapa? “Layaknya merendam kacang hijau, yang mampu bertahan sampai akhir itulah yang akan dirasakan manfaatnya. Yang gugur, hanya menjadi penonton yang sejatinya adalah sisa-sisa penyeleksian kehidupan.” Dan Allah juga sangat mendukung perubahan yang positif, dikatakan dalam Ummul Kitab : “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (Ali Imran: 160).
Yuk ukhti, kita lakukan perubahan step by step untuk mencapai ridhaNya. Ketahuilah waktu hidup kita sangat singkat, jadilah orang yang bersungguh-sungguh dalam mengumpulkan pahala.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam ukhuwah ^-^



Berhijab, tunggu sampai kapan?  Berhijab, tunggu sampai kapan? Reviewed by Unknown on 2:13 AM Rating: 5

No comments:

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.