Press

recent posts

Dan Seperti Inilah Cinta

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَانِ الرَّ حِيْمِ
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته



Cinta, memang bukanlah sebuah hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan. Cinta memang masih menjadi topik yang paling diminati di kalangan remaja, dan sebuah pembahasan yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Mulai dari kisah layla dan majnun sampai habibi dan ainun, cinta tidak pernah usang untuk dibahas dari zaman ke zaman.

Karena cinta, semua orang bisa melakukan apa saja. Harta dikeluarkannya, waktu diluangkannya, pikiran disumbangkannya Tenaga diberikannya, nyawa diserahkannya, rasa malu dihilangkannya Parahnya lagi iman pun dikorbankannya.

Lucunya, ada hamba2 yang tak mau bertanggungjawab akan perasaannya. Maju tak berani, mundurpun tak rela. Ada juga yang mau bertanggungjawab, tapi dia memaksakan kehendaknya. Atau mungkin tak mau mengakui perasaannya, tapi tindakannya jauh dari sewajarnya. Akhirnya dia memilih untuk memenangkan hawa nafsunya.

Dan berbicara tentang cinta, maka kita pasti secara tidak langsung juga akan membahas salah satu bentuk hubungan tidak halal yang mengatas namakan cinta ini. Sesuatu yang sudah tidak dianggap asing lagi dalam bentuk coretan hidup romantika remaja. Sesuatu hal yang sudah dianggap wajar oleh berbagai kalangan. Sesuatu hubungan yang berdasarkan dari perasaan semu yang 90% hanya akan berujung dengan air mata. Pacaran. Iya, pacaran. Jika masih belum jelas maka akan saya ulangi lagi agar terlihat lebih dramatis. Pacaran. P-a-c-a-r-a-n.


Sebelum memulai lebih jauh, disini islam tidak pernah mengharam suatu nama. Tidak ada dalam al-qur'an larangan untuk berpacaran. Tapi juga Islam tidak pernah menganjurkan kita untuk berpacaran. Sekali lagi perlu ada penegasan bahwa, Islam memang tidak pernah mengharamkan suatu nama, tetapi islam mengharamkan hubungan yang ada di dalamnya.

Agar lebih jelas, mari kita simak senandung ayat cinta di bawah ini:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yg keji & suatu jalan yg buruk.”(QS. Al-Isra’:32)
Mungkin bagi yang berpacaran, setelah membaca potongan terjemahan surat ini akan mengkerutkan dahi, menunjukan tidak suka. Kemudian mulai munculah berbagai macam alasan dan bentuk pembenaran; tapi kami tidak berzina, tapi kami mengenal batas-batasan, tapi kami saling mengingatkan kepada Allah, dan lebih banyak lagi kata tapi-tapi yang lain. Astaghfirullah..

Ini adalah alasan klasik zaman purba untuk melegalkan yang haram. Alasan yang jika dicari dari surat Al-Fatihah sampai An-Nas maka ia tidak terdeteksi, jika dicari dalam rangkaian shahih, sunan, musnad dan Jami’ maka ia tidak termaktub. Dan jika dicari dalam setiap jilidan benang kitab-kitab ulama maka ia tidak diwariskan. Bagaimana mungkin, karena alasan ini tidak bisa diterima dengan akal sehat. Karena saat-saat terlarang tersebut mereka berdua memakai topeng di balik penutup wajah, menampakkan senyuman padahal ia sedang menjerit, menampakkan kebajikan padahal ia kebinasaan.
  
 Ini hanyalah alasan yang dicari-cari, membuat khawatir sebagaimana kekhwatiran para sahabat terhadap orang-orang munafik dimana Allah Ta’ala berfirman,

لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
“Janganlah kalian mencari-cari alasan, sesungguhnya kamu telah kafir sesudah beriman.”     [QS. Al-Ankabut: 66]

Lalu munculah pertanyaan, adakah pacaran islami itu? Pacaran yang katanya mengenal batasan, menjaga jarak, saling memotivasi dan mengingatkan ke dalam kebaikan. Pacaran yang katanya tidak diumbar di depan publik, hanya untuk mengikat agar kemudian mereka bisa bersama-sama ke jenjang pernikahan. 

Dasar, manusia! Kadang mereka bisa bertahan melawan apa saja, kecuali cinta. Katanya percaya akan semua ketetapanNya? tapi terus memaksa agar dia yang menjadi jodohnya. Katanya ikhlas akan segala keputusanNya? tapi tetap tak rela bila harus berpisah dengannya. Katanya mau bersabar atas ketentuanNya? tapi dia sendiri yang tak sabar untuk tetap mendapatkannya. Katanya hanya takut kepadaNya? nyatanya begitu khawatir kehilangan si dia.
 
Mereka yang berpacaran sebelum waktunya maka cinta mereka akan kadaluarsa, sudah berjamuran dan sudah habis manis dan gurihnya ketika menikah. Ditambah lagi ramuan dan bahannya serta waktu pengolahannya yang tidak sesuai dengan aturan syariat. Yang tersisa hanyalah ampas-ampas yang berlumuran dan tidak diindahkan. Kita tidak perlu membahas ampas dampaknya, aborsi, pelecehan seksual, gangguan belajar dan pikiran hanya karena permainan perasaan yang menipu. Jika ingin mengenal calon pasangan abadi kelak, maka awalilah semua dengan baik. Untuk yang berpecaran, pilihannya hanya dua; sudahi atau nikahi. 

Bersabarlah untuk dunia yang sebentar, karena kita tidak akan bisa bersabar dengan neraka meski hanya sebentar. Jangan sia-siakan masa muda kita untuk belajar segala hal tentang cinta dan konskuensinya. Fokus kita bukan untuk itu. Dunia ini hanyalah seperti oase di pepadang yang terik. Jangan tertipu dengan cinta semu yang tampak indah, karena kau akan kecewa ketika mendapati kenyataan; bahwa ia hanyalah fatamorgana. 

Mari selagi masih banyak waktu yang tersisa, kita siapkan dan perbaiki diri kita untuk dia yang sudah dituliskan Allah untuk kita. Gunakan waktu kita untuk belajar, menulis, berprestasi, dan bermanfaat bagi orang banyak. Jika masih ragu, yuk kita ulang lagi baca terjemahan QS.An-nur:26 (salah satu ayat favorit saya:p) pelan-pelan dan resapi maknanya. Ingin punya jodoh seperti ali? maka pantaskan diri dengan menjadi seperti fatimah. Ingin punya jodoh dengan akhlak seperti Rasulullah? Sudahkah diri kita menjadi semulia khadijah atau aisyah? Mari berbenah,akhi wa ukhti, untuk cinta yang telah menanti di ujung sana.
 
 


-Giovanny Putri Andini, Seindah-indah dan sempurnanya cinta ialah cinta kepada Sang Maha Cinta
Palembang, 13 April 2013
12:03p.m
Dan Seperti Inilah Cinta Dan Seperti Inilah Cinta Reviewed by Giovanny Putri Andini on 12:05 PM Rating: 5

10 comments:

  1. Keren Ukhti
    Kalo boleh saran. Kalo sudab di post di promosiken di twitter / facebook biar banyak yang baco :-)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, haha sudah kok di twitter ROHIS :D

    ReplyDelete
  3. okay, insya Allah

    ReplyDelete
  4. Pacaran itu adalah sebuah keharusan, dengan syarat sudah menikah sama suami/istri kita tentunya :)

    ReplyDelete
  5. Menunggu karunia Allah dengan rasa syukur itu lebih baik, daripada bersama orang yg tidak tepat dalam sebuah hubungan yg disebut "PACARAN" . :)

    ReplyDelete
  6. Kalo masalah jodoh: Lebih baik menunggu orang yg tepat. Dari pada menghabiskan waktu dengan orang yg salah :)

    ReplyDelete
  7. Nice post, smoga sadar yg bacanya, :)

    ReplyDelete
  8. Lanjutkan...

    Semoga ukhti menjadi sorang penulis yg sukses yg bermanfaat untuk orang banyak...

    ReplyDelete
  9. Aamiin ya Rabbal Alamiin, terima kasih atas apresiasinya. Tulisan saya juga bisa dilihat di giovannyptr.blogspot.com, semoga bermanfaat, semoga dapat menginspirasi orang banyak :)

    ReplyDelete

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.