Press

recent posts

Zikir Berjama'ah, Bid'ah? :O

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


            Ada yang bilang kalau zikir berjama’ah itu bid’ah. Membaca surah Yasin di malam Jumat juga bid’ah. Acara tujuh harian, empat puluh harian, dan seribu harian orang yang meninggal juga bid’ah. Oalah, banyak nian yang dibilang bid’ah. Tapi, by the way sebenarnya bid’ah itu apa sih?
            Hmmm, sependek pengetahuan saya bid’ah itu adalah melakukan perbuatan yang tidak pernah dicontohkan Nabi Muhammad, yang berkaitan dengan ibadah ritual yang sudah ditentukan syarat dan rukunya. Contoh jelasnya kalau Antum menambah-nambah rakaat shalat, misalnya shalat subuh yang seharusnya dua rakaat, karena waktunya subuh dianggap pas untuk olahraga, shalatnya ditambah jadi empat rakaat ._.V. Zakat mal yang seharusnya 2,5% ditambah jadi 10% supaya lebih banyak uang yang terkumpul. Padahal jumlah besaran zakat yang seharusnya adalah 2,5%, dan kalau mau lebih ya itu berarti dihitung sebagai sedekah.
            Oke oke, tadi itu penjelasan sederhana mengenai bid’ah. Terus hukumnya bid’ah itu apa? Karena bid’ah itu dianggap sesat, jelas saja yang melakukan bid’ah tergolog sesat dan masuk neraka. Yang bilang begitu siapa? Yang pasti bukan ana -_-.
            Ckckckck, kalo begitu bagaimana kabarnya orang-orang yang suka berzikir berjama’ah? Masa orang yang berzikir dosa? Lagi pula menurut Antum-antum sekalian mana yang lebih dosa, berzikir atau korupsi? Rasanya dosanya sama-sama saja. Waduh, kalau begitu buat apa ana ikut zikir? Lebih baik ana ikut korupsi, merampok, atau berzina sekalian. Kan dosanya sama saja dengan orang yang berzikir. Kasihan sekali orang-orang itu, sudah berupaya untuk dekat sama Tuhan, eh malah masuk neraka bersama-sama para penjahat, karena tindakan yang dilakukannya itu adalah bid’ah. Yang benar saja!!!! Eits…. Tapi, tunggu dulu. Itu kan kata orang-orang yang membid’ahkan zikir berjama’ah. Kalau yang menghalalkannya ya lain lagi urusannya. Pasti kalau yang menghalalkan zikir berjama’ah yakin kalau Allah akan memberikan rahmat dan keberkahan-Nya. Bingung mau ikut yang mana?
            Pertanyaan ana, Antum suka zikir tidak? Suka membaca surah ke-36 dimalam jumat tidak? Kalau Antum tidak pernah ikut-ikutan acara begituan, ya Antum tidak perlu pusing lah, karena Antum pasti tidak akan terkena bid’ah. Tapi jujur saja, kalau menurut kacamata ana yang teramat sangat awam, selagi perbuatan itu bisa menambah kebaikan buat Antum, dan Antum yakin itu tidak bid’ah, ya teruskan saja. Permasalahnnya, bagaimana kita bisa tahu kalau apa yang kita kerjakan itu bid’ah atau tidak? Ya tentu dengan cara belajar. Renungkan niatnya, pikirkan manfaatnya, dan bagaimana perasaan ketika menjalankannya. Kalau rasanya asyik-asyik saja, ya teruskan. Masa orang yang mau berbuat baik dosanya sama dengan orang yang berbuat jahat? Pasti tidak begitu. Mari kita gunakan otak yang telah diberikan Allah SWT. untuk berpikir, jangan malah dibiarkan saja. Malah jadi mubazir nantinya.
            Jadi begini, menurut pandangan saya, zikir berjamaah itu seperti seorang anak yang malas makan, tetapi ketika berkumpul bersama teman-temannya dalam sebuah acara ulangtahun, dia jadi mau makan dengan lahapnya. Ternyata dengan bersama-sama itu selera makannya jadi muncul. Begitu juga halnya dengan zikir. Sudah rahasia umum kalau ada orang yang perlu ‘disenggol’ selera zikirnya. Termasuk ana juga sih hehe. Zikir berjamaah itu tujuannya untuk menumbuhkan selera berzikir. Kalau sudah tumbuh, ya zikir saja sendiri dirumah.
            “Jadi kalau ada orang yang suka membid’ahkan orang lain, bagaimana?” Mudah saja, tinggal bilang sama orang itu, “Itu adalah urusan saya sama Allah.” Lantas bagaimana kalau orang itu akhirnya tetap ngotot dan malah ngajak berkelahi? Bilang saja berkelahi itu bid’ah. Karena Nabi Muhammad tidak pernah mencontohkan kita untuk berkelahi dengan sesama.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Zikir Berjama'ah, Bid'ah? :O Zikir Berjama'ah, Bid'ah? :O Reviewed by Unknown on 10:11 AM Rating: 5

1 comment:

  1. Assalamualaikum, baru pertama ini baca ini di web rohis ukhwah
    mohon untuk berhati hati menyampaikan sesuatu apalagi membahas bidah dari segi orang awam dan tanpa memasukan dalil dalil yang terperinci, mohon ini di koreksi.

    ReplyDelete

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.