Press

recent posts

Valentine, Hari Semangat Maksiat

LDS (Lembar Dakwah Siswa) Edisi ke-8, 17 Rabi'ul Awwal 1433 H/10 Februari 2012

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur selalu kita ucapkan kepada Allah SWT. karena berkat rahmat serta karunia-Nya lah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus beramal dan memperbaiki diri. Tak lupa shalawat serta salam kita hanturkan kepada Nabi Muhammad Saw. Karena berkat usahanya lah kita dapat menikamati manisnya agama islam.

SEJARAH VALENTINE
Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268-270 M). Untuk mengagungkan St. Valentine, yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad ke-16 Masehi, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani, pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St.Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya. Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine.

PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ? Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
 وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (Surah Al-Isra : 36)

Oleh karena itu Islam amat melarang kepercayaan yang mengikut kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid. Hadis Rasulullah s.a.w: “Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum maka dia termasuk kaum itu ”. Firman Allah s.w.t. dalam Surah Ali Imran: 85 :  
 وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Perayaan Valentine’s Day adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani. Valentine’s Day menurut literatur ilmiah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani. Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496M yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (Al-Kaafiruun:1-6)

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Semangat Valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Allah berfirman : "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk".

POJOK KREASI
Karya: Imam Pratama XI IPA 3
 
Valentine ? masih ada yang ngerayain? Padahal kita tahu bahwa valentine adalah kegiatan keagamaan umat kristiani. Ada hadis mengatakan,“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, ia trmasuk kaum itu” (HR.Bukhari dan muslim).  Ada yang mau kasih pendapat?  
#SHOPquest

KOMENTAR TERBAIK:
Riska Nurhayati XI IPA 4:
Hari Valentine itu bukan hari spesial, yang harus diperingati, bukan event yang harus dirayakan dan bukan budaya yang dilanjutkan. 14 Februari meninggalnya St. Valentine itu bukan hari kasih sayang, hari kasih sayang diterapkannya tidak harus menunggu tanggal 14 Februari bukan?


M. Rifky XI IPA 1:
Menurut ana, di Indonesia perayaan Hari Valentine harus diganti dengan perayaan berdirinya PETA yang bertepatan pada tanggal 14 Februari. Lebih baki kita kobarkan semangat nasionalisme daripada sekedar mengumbar nafsu. Hidup Indonesia!


Asri Gita XII IPA 1:
Valentine? Setiap hari bisa dianggap Valentine.


Ikhwa Zarqya XII IPA 4:
Valentine itu cara mengekspresikan rasa kasih ssayang yang salah dan di waktu serta kondisi yang salah. Valentine juga pemubadziran harta karena dipakai untuk hal-hal yang kurang penting.


M. Ardy Utama XI IPS 3:
Valentine itu sesuatu ahh (maksudnya akhi)… Hehe. “Hari pembantaian umat muslim ketika Dinasti Cordoba sedang runtuh.”


M. Dwi Agung Pamungkas XI IPA 2:
Yang saya tahu Valentine itu hari kematiannya seorang pastur dan di sini tidak sepantasnya bagi kita umat muslim merayakan Valentine.


Adella Tinessa X 2:
Valentine itu Cuma rekaan pikiran manusia yang diteruskan umat Kristen. Jadi bukan bersumber dari agama Islam. Valentine itu hari kasih saying, tapi kasih sayang kan bisa tiap hari?
Valentine, Hari Semangat Maksiat Valentine, Hari Semangat Maksiat Reviewed by Khyarul Arham on 5:21 PM Rating: 5

1 comment:

  1. M. Ardy Utama XI IPS 3:
    Valentine itu sesuatu ahh… Hehe. “Hari pembantaian umat muslim ketika Dinasti Cordoba sedang runtuh.”.. ardy alayyers

    ReplyDelete

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.