Press

recent posts

Malu (Buletin LDS Edisi ke-9)

Buletin LDS (Lembar Dakwah Siswa) Edisi ke-9, 1 Rabi'ul Akhir 1433 H/24 Februari 2012 M

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Malu

Dari abu mas’ud al badri, bahwa Nabi bersabda,”sesungguhnya salah satu perkara yang diketahui manusia dari ajaran kenabian terdahulu adalah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu”. (HR.Bukhari)
Alhamdulillah, puji syukur selalu kita ucapkan kepada Allah SWT. karena berkat rahmat serta karunia-Nya lah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus beramal dan memperbaiki diri. Tak lupa shalawat serta salam kita hanturkan kepada Nabi Muhammad Saw. Karena berkat usahanya lah kita dapat menikamati manisnya agama islam.

  • Pengertian Malu
Istilah al-hayaa’u (malu) berasal dari perkataan al-hayaatu (hidup). Malu merupakan asas yang kuat untuk membentuk iman yang utuh. Allah s.w.t mengkhususkan sifat malu ini kepada manusia agar mereka terhindar dari keburukan dan kehinaan agar mereka tidak sama seperti binatang yang menerkam segala yang diingininya tanpa rasa malu.

Kesimpulan definisi di atas ialah bahwa malu adalah akhlak yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan tercela, sehingga mampu menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat serta mencegah sikap melalaikan hak orang lain. Tapi perlu diingat, kita seharusnya hanya malu terhadap melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan agama dan norma masyarakat, kita tidak seharusnya malu saat melakukan hal yang tidak salah atau mungkin memang benar, seperti jujur dalam berkata, dan bertanya bila sesuatu kurang jelas.

  • Keutamaan Malu:
  1. Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan) darinya sedikitpun.
  2. Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan.
  3. Rasa malu merupakan salah satu cabang iman yang wajib diwujudkan. Dari Abu Hurairah bahwa nabi pernah bersabda,”iman memilki lebih dari 70 sekian atau 60 sekian cabang.Cabang paling tinggi adalah perkataan La ilaha ilallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman”.(HR.Bukhari Muslim)
  4. Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta menuntut ilmu dan kebenaran .
  5. Diantara manfaat rasa malu adalah ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela) dan Wafa’ (menepati janji).

  • Contoh perbuatan yang seharusnya kita malu:
  1. Menyerobot antrian saat mengambil makanan. Dari 'Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi." (HR.Bukhari - Muslim)
  2. Tidak mengikuti peraturan yang ada. Firman Allah Taala: “Wahai orang-orang yanh beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu“. (Al-Nisaa: 59)
  3. Berkhalwat (berdua duan) dengan lawan jenis.Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpidato: “Janganlah sekali-kali seorang lelaki berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya”. Tiba-tiba seorang lelaki bangkit berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya isteriku pergi untuk menunaikan ibadah haji, sedangkan aku terkena kewajiban mengikuti peperangan ini dan itu. Beliau bersabda: “Berangkatlah untuk berhaji bersama isterimu”. [Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad]
  4. Bolos dari pelajaran atau sekolah tanpa alasan yang benar.
  5. Membuka aurat / menunjukkan aurat kepada yang lain. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."Katakanlah kepada wanita yang beriman,"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...." (An-Nuur: 30-31)

  • Perbuatan yang kita seharusnya tidak malu:
  1. Mengatakan hal yang benar.
  2. Bertanya tentang hal yang belum diketahui/jelas.
  3. Berbicara kepada orang lain.
  4. Berbicara di depan umum (Membacakan pidato, puisi, dll.)

Pojok Kreasi

#SHOPquest
“…cabang iman yang paling tinggi adalah perkataan la illaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman.” (HR.Bukhari Muslim). Menurut ikhwafillah, apakah orang yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi itu sama saja dengan orang yang tidak memiliki rasa malu ?
Komentar menarik :
1. Lia andani putri (XI IPA 4)
Orang yang dak katek rasa malu termasuk orang yang kepedeaannyo tinggi, tapi dak setiap orang yang pede itu dak punyo rasa malu, toh ado yang masih bisa merasa malu.
2. A.Roni Rizki (XI IPS 2)
Percaya diri itu tidak sama dengan tidak punya malu gan, karena percaya diri itu adalah modal awal untuk mencapai kesuksesan.
3. Azzah fadilah (X.3)
Mungkin percaya diri itu sangat dibutuhkan dalam hidup, tapi tidak juga harus tinggi -_- Dan tidak juga punya percaya diri yang tinggi itu tidak mempunyai rasa malu hanya belebay saja.
4. Amelia D.F (X.4)
Percaya diri itu hal yang wajar, bahkan membawa nilai positif, asalkan disertai iman dan perilaku yang sesuai, kalau tidak sesuai dan dalam hal negatif, konotasinya jadi buruk (LEBAY).
5. Aditya Adrian (XII IPS 2)
Percaya diri tinggi itu boleh, asal jangan memalukan.
6. Auliya Ikhtiari (X.7)
Percaya diri itu boleh saja asalkan tidak menjurus kearah kesombongan. Karena sesungguhnya orang yang sombong adalah orang yang tak punya malu. Padahal malu itu sangat penting bagi islam.
7. Lita Rizkika S (XII IPA 1)
Mempunyai rasa percaya diri yang tinggi adalah untuk memotivasi diri kita dengan kemampuan yang kita miliki dan bila rasa Pede yang tinggi itu digunakan untuk hal yang negative maka itulah yang dinamakan orang yang tidak punya rasa malu :)

Terima kasih telah berpartisipasi dalam #SHOP, dan bagi temen-temen yang belum ditampilkan komentarnya, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan di edisi selanjutnya.
BAGIKAN OPINIMU !!! :)

Kirimkan jawaban antum ke no. 0896 355 93660,
Cantumkan nama dan kelas antum. Bagi komentar yang menarik, akan dicantumkan di edisi LDS selanjutnya. Buruan ya...

Pertanyaan selanjutnya bisa dilihat di blog ROHIS Ukhuwah 06 dan mading musholla kita.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Malu (Buletin LDS Edisi ke-9) Malu (Buletin LDS Edisi ke-9) Reviewed by Khyarul Arham on 6:03 PM Rating: 5

No comments:

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.