Press

recent posts

Lidah "Bisa Baik, Bisa Juga Buruk"

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalaamu'alaikum wr.wb. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kepada kita nikmat lisan. Ada kalanya kita menggunakan lisan kita ini untuk hal-hal yang tidak penting, bahkan menyakiti orang sekali pun. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada orang yang tidak banyak bicara, tetapi ketika ia berbicara akan sangat bermakna, ialah nabiallah Muhammad SAW. beserta keluarga, sahabat, beserta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada suatu ketika, sorang raja menyuruh pembantunya untuk membeli bagian yang terbaik dari domba, dengan harapan ia akan bisa memberikan jamuan yang terbaik bagi tamu yang diundangnya, kemudian pembantunya pergi ke pasar, dan yang ia beli dari domba yang pesan itu adalah lidahnya. Kemudian ia pun pulang dan dimasaknya lidah domba tersebut. Setelah selesai dimasak, maka lidah domba tersebut dihidangkan kepada majikannya (sang raja). Maka sang raja pun merasa puas dengan apa yang dibeli oleh pembantunya (lidah domba).

Keesokan harinya, sang raja menyuruh kembali pembantunya untuk membeli sesuatu yang terjelek dari domba, kemudian pembantunya pergi ke pasar, dan ia membeli bagian yang sama dari domba, yaitu lidahnya, lalu dibawanya pulang dan dimasaknya. Setelah selesai dimasak, ia menghidangkan lidah domba tersebut kepada sang raja. Untuk kali ini sang raja merasa dihina oleh pembantunya, karena ternyata yang dibeli oleh pembantunya adalah lidah domba juga.

Kemudian sang raja segera memanggil pembantunya dengan penuh rasa marah, setelah pembantu itu berada dihadapannya, sang raja menegurnya seraya berkata,

”Wahai ghulam! Apakah kamu bermaksud untuk mempermainkan aku?
Pembantunya menjawab, ”Atas dasar apa Engkau mengambil kesimpulan seperti itu, Tuanku?
”Ketika aku menyuruhmu untuk membeli bagian yang terbaik dari domba, yang kamu beli adalah lidahnya, dan ketika aku menyuruhmu untuk membeli bagian yang terjelek dari domba, ternyata kamu membeli lidahnya pula, bukankah ini artinya bahwa kamu hendak mempermainkan aku?

”Wahai tuanku! Ketahuilah bahwa lidah itu adalah sumbernya hikmah, akan tetapi lidah tersebut merupakan sumber pula untuk sebuah petaka. Apabila manusia menggunakannya dalam kebaikan, maka akan membawanya kepada kebaikan. Akan tetapi ketika digunakan dalam kejelekan, maka petakalah yang akan didapatkan oleh manusia.”Setelah mendengarkan jawaban pembantunya, sang raja merasa bahwa ternyata seorang pembantu yang dia anggap rendah kedudukannya memiliki kejernihan hati yang luar biasa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً
70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,


يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Subhanallah, semoga kita termasuk orang yang senantiasa menggunakan lisannya untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkar. Karena perlu diingatkan bahwa sesuatu yang paling tajam di dunia ini ialah lisan manusia. Wallaahu'alam...
Lidah "Bisa Baik, Bisa Juga Buruk" Lidah "Bisa Baik, Bisa Juga Buruk" Reviewed by Khyarul Arham on 2:10 PM Rating: 5

2 comments:

  1. tidak ada yang lebih kejam dari lisan seorang wanita yang bergibah, hehe. Akhi, bukanlah suatu hal yang menganehkan jika wanita adalah mahluk yang paling sulit untuk menjaga lisannya. Pertanyaan saya, apakah ada saran agar kami bisa menjaga lisan kami?

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Wahai para wanita! "Bershodaqohlah dan perbanyak istigfar". Sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni Neraka. "Seorang wanita dari mereka bertanya: "Mengapa kami menjadi mayoritas ahli neraka? "Beliau menjawab; "Kalian banyak melaknat.... (HR. Bukhori dan Muslim)
      bersedekah dan perbanyak istighfar :)

      Delete

Kritik dan saran anda adalah sebuah motivasi bagi kami... Insya Allah. :)
Mengoreksi bukan berarti merasa paling benar, sedang yang lain salah. Merasa paling benar itu salah. Tetapi tidak membenarkan yang benar itu juga salah.... و الله علم

Theme images by chuwy. Powered by Blogger.